}

Wednesday, 28 October 2015

KAMU SERING MENYONTEK??

Tau gak apa yang terjadi, saat kamu ingin menyontek?
ada temen yang mau memberikan jawaban, tapi kadang jawaban yang diberikan salah (gue ga percaya ame yang beginian)
ada teman yang pura-pura tuli, pura2 buta,pura2 ga ada jawaban
ini sih pengalaman teman gua

karena sebenarnya aku paling malas untuk menyontek
pertama, buang-buang waktu
kedua, jawabanannya kebanyakan salah
ketiga, nilai teman gua bisa lebih tinggi
keempat, mereka pelit2 ngasih jawaban lah, mending gua belajar(ini otak aku)
kelima, kata guru gua tolong menolong itu yang bener, bukan pada saat menyontek
keenam, gua bangga dengan hasil jerih payah sendiri
ketujuh, jujur itu lebih elegant dari pada lo harus mencuri jawaban teman
kedelapan, gua paling males mengemis minta jawaban sama teman (eh udah)

Kapan Anda terakhir menyontek jawaban saat belajar. Pastinya saya lupa kapan hal itu terakhir sy lakukan mungkin pernah, mungkin tidak. Pastinya nilai UAN SD, SMP, SMA, dan kuliah saya merupakan hasil dari kerja kerasa saya sendiri dari belajar.

Kondisi saya pada saat itu tidak memungkinkan untuk menyontek,secara teman-teman saya pelit memberikan jawaban dan secara saya juga tidak banyak teman. Apalagi tes untuk memasuki kuliah postgraduade mana ada kesempatan untuk itu, masuk universitas dan uan. Hal yang saya puas saat uan mata pelajaran bahasa arab dengan nilai nyaris sempurna 100 karena salah satu dan semua itu hasil dari belajar saya, Justru yang terjadi adalah teman-teman saya yang sering meminta jawaban kepada saya.

Disinilah saya belajar ketegasan untuk tidak memberikan jawaban, tetapi nyata saya tidak mampu melewati itu, yang saya lakukan adalah malah memberikan jawaban. Itulah ketidakmampuan saya pada saat SMA waktu itu.

Bagi saya memberikan jawaban kepada teman merupakan sebuah kerugian besar bagi saya. Karena saya khawatir nilai saya akan lebih tinggi daripada dia. Kalaupun saya menyontek jawaban teman yang terjadi adalah saya tidak meyakini jawaban teman.

Mau tidak mau saya harus belajar keras untuk bisa mempertahankan nilai meskipun itu sesungguhnya sangat lelah, tetapi kata Imam syafi'i lebih baik mengalami kelelahan dalam belajar daripada Anda harus menderita dalam kelelahan kebodohan.

Belajar itu adalah kebutuhan, seperti rasa haus dan lapar jika tidak diberi asupan maka dia akan kelaparan dan tidak bekerja sebagaimana mestinya.

ok, ini coretan aku hari ini.Negeri P yang ketiga, 29 oktober 2015


Monday, 26 October 2015

Mengapa Kita Harus Memaham Diri



Mengapa Kita Harus Memaham Diri
Tulisan ini merupakan awal bagi saya yang sebenarnya merupakan inspirasi dari sedikit hasil pemikiran saya dan apa yang pernah saya baca.
Apa itu Memahami Diri
Pertanyaan yang muncul terkait dengan pemahaman diri , siapa saya?,apa kelebihan dan kekurangan saya? Untuk apa saya hidup?, mau kemana saya hidup? Dan bagaimana saya hidup. Itulah sekelumit pertanyaan seputar pemahaman diri.
Memahami diri berarti paham dan lebih dari sekedar mengetahui.Dalam kamus arti kosakata bahwa paham itu artinya pengetahuan banyak, mengerti benar (akan) dalam hal ini mengerti akan diri. Kemudian ketika kata paham tersebut diberikan awalan dan akhiran menjadi memahami yang artinya  mengerti benar (akan)atau mengetahui benar akan dirinya.
Apa pentingnya kita memahami diri
Ketika kita mengetahui dan memahami diri , maka
a.      secara otomatis kita akan menyadari tentang kemampuan kita sendiri
b.      mengetahui kelemahan dan kelebihan diri kita sendiri
c.       mengetahui bagaimana caranya bertindak
d.      mampu mengambil sikap tentang bagaimana seharusnya bersikap terhadap orang lain
e.      mengetahui bagaimana cara belajar
f.        mengetahui bakat dan minat sendiri
g.      mudah menentukan sikap dalam karier
h.      memiliki kepekaan diri terhadap orang lain
i.        memiliki kepekaan diri terhadap Tuhan yang pastinya akan membantu anda meningkatkan keimanan
j.        mampu menentukan masa depan
Bagaimana kita bisa memahami diri
Dalam jendela Johari (Johari Window) bagaimana cara kita mengenal diri bisa dengan konsep Johari Window dimana dalam mengenal diri kita ada yang disebut dengan pertama jendela terbuka, sifat dan sikap yang  diketahui oleh orang lain secara umum. Kedua, jendela tertutup seperti isi perasaan, kebiasaan kita sendiri saja yang tahu, Ketiga,jendela buta kita tidak tahu tentang diri sendiri tapi orang lain tahu. Keempat, jendela gelap mengenai diri kita, kita sendiri maupun orang lain tidak tahu.
Mengapa kita harus memahami diri
Memahami diri adalah hal yang substansial dalam hidup ini karena disinilah kita bisa memikirkan dan menyelami diri dan kehidupan. Mau apa kita, kemana, mau seperti apa kita hidup, bagaimana hubungan kita dengan Tuhan dan lain sebaginya. Memahami diri dapat dilakukan dengan sering berdialog dengan diri kita sendiri, berkompromi dengan diri, membuka diri dengan diri (jiwa). Ketika kita sudah mampu berkenalan dengan diri, menyelami diri, maka kau pun akan melesat di alam dunia tanpa kau sadari.

Demikian tulisan singkat dari saya hari ini. Mohon berikan kritik dan saran atas tulisan pertama saya ini. Semoga bermanfaat. ^^ ..ingin berkomunikasi dan berdiskusi dengan saya silakan email saya di kumalasari443@gmail atau whatsapp 085215568772, semoga kita menjalin silaturrahim.


Sumber:
www.artikata.com