}

Tuesday, 2 September 2014

Bahasa Cinta

Kupasan tulisan ini saya ambil dari buku bahasa cinta suami istri, seni merawat cinta dalam berumahtangga. ini merupakan bagian pertama yag membahasa tentang Memahami Cinta
Memahami Cinta

Berbicara mengenai cinta, ada banyak hal yang mewarnai tentang cinta, dari defini cinta hingga cinta tanpa definisi. tapi, dengannya hidup menjadi sebuah kehidupan, dengannyalah hidup menjadi lebih berwarna. Setiap orang memerlukan cinta, manusia yang paling zalim pun seperti Firaun, Hitler, juga memerlukan cinta.

Allah benar-benar mengetahui kerinduan mendalam para pecinta untuk saling bersua denganNya. Karena itu, Dia menyediakan bagi mereka waktu perjanjian untuk bertemu demi ketenangan dan kedamaian hati para pecinta itu (Karim Sadzili)
Setiap orang mungkin pernah jatuh cinta bahkan ada yang jatuh cinta berkali-kali kepada suaminya. Terkadang mengucapkan cinta di awal pernikahan mungkin lebih mudah mengucapkan daripada di pertengahan atau sepanjang usia pernikahan. (ups karena sejujurnya juga belum mengucapkan cinta kepada calon imam, maklum masih jmb Ups!kelepasan..hihihihi).


Bahwa cinta berbasiskan dasar saling memahami (mutual understanding), tujuannya untuk meyakinkan bahwa seorang pecinta sejati adalah memahami pasangnnya; kepribadian, tabiatnya, kejiwaannya, dan menerima perbedaan yang sering terjadi.

Ketika terjadi kesedihan keluarga, hal ini diawali dari ketidakpahaman pasangan mereka seperti terhadap kewajiban-kewajiban suami istri yang semestinya dilakukan kedua belah pihak. Jadi, memahami kejiwaan dan perasaan pasangan hidup penting bingits. Perbedaan antara kebahagiaan dan kesengsaraan seseorang dalam kehidupan berkeluarga tergantung sangat tergantung kepada kesadaran dan pengetahuannya terhadap urgensi keluarga dan perhatiannya terhadap perilaku sehari-hari pasangnnya.

Jika permasalahan rumahtangga obatnya adalah ketidaktahuan kita adalah ilmu pengetahuan, maka obatnya adalah mencari ilmu seputar permasalahan tersebut dan rajin berkonsultasi kepada pakarnya, merenungi kesalahan yang sudah terlanjur diperbuat.

selain itu menurut saya secara pribadi kedua pasangannya juga harus saling memaafkan dan membangun keluarga yang baru dengan terus belajar memahami pasangannya masing-masing. Ingat, man like a boy. Jadi, perlakukanlah mereka sebaik-baiknya.. Tulisan ini sebenarnya juga bisa menjadi bekal untuk berjalan menuju jenjang pernikahan seperti saya, Ups! yang ini sengaja.

Sumber: Bahasa Cinta Suami Istri Seni Merawat Cinta Dalam Rumah Tangga (Karim Sadzili)

0 comments:

Post a Comment