}

Wednesday, 22 April 2015

SETETES SPIRIT DARI SEORANG IBU

Kali ini saya akan berbagi cerita dari buku yang saya baca, semoga cerita ini bisa memberikan setetes semangat untuk kamu yang lagi ciut hatinya, lemes geraknya, bahkan cuman berkulai di dalam cengkraman masa lalu

jadi menurut Syaikh 'Aidh Abdullah Al Qarni bahwa diantara kesalahan kita adalah kita terlalu merindukan kematian daripada membangun kehidupan. Artinya kita ingin meninggalkan dunia yang fana ini tanpa mau membangunnnya.

ada sebagian orang yang begitu mencintai kematian, memikirkan kapan datangnya kematian, dan yang lebih parahnya adalah memiliki keinginan untuk bunuh diri, seakan-akan hidup ini begitu menghimpit meskipun bekal untuk ke negeri akhirat hanyalah sedikit. Tak sepantasnya kita meminta kematian jika perbekalan kita masih seperlunya, ibadah ala kadarnya, jadi lebih baik perbanyaklah bekal untuk menuju kematian menuju kepada Allah swt (nasihat untuk saya)

jika, ada diantara kita pernah berpikir seperti itu maka sesungguhnya jiwa kita mungkin sedang sakit. Lalu, bagaimana caranya agar spirit kita tak mudah sakit.

SPIRIT SEMANGAT
kita tidak akan merasakan sakit ketika kita fokus untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Namun ketika kita memikirkan diri kita sendiri, bersiap-siaplah kita akan lebih banyak merasakan sakit daripada senang dan bahagia.

jadi, ceritanya. Ibu ini baru saja pulang dari pasar. Namun, ketika smapai di depan rumahnya, dia melihat pemandangan memilukan. Rumah yang ia tinggalkan terbakar! Tiba-tiba dia teringat. Anaknya yang baru berumur tujuh bulan berada di dalam rumah itu! bergegas sang ibu berlari secepat-cepatnya. Belanjaan di tangannya di lemparkan. Dia terobos kobaran api yang makin membesar demi menyelamatkan bayinya. Ia terluka. Berdarah-darah. Api membakar tubuhnya. Kepalanya pening. Tertimpa genting dan reruntuhan puing. Tapi ia tidak peduli demi sang buah hati. Sakit tak ia rasakan. Ia terus menerobos mencari-cari. Dia dapati sang bayi. Terkapar dalam luka bakar.
Berburu-buru ia gendong.. Tertatih-tatih. Menerobos keluar dari api yang berkobar. Ia membelai sang anak, dan bergegas mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.

Jibaku sang ibu membuatnya tak secuil pun merasakan pedihnya sakit dan luka. Fokus pada buah hatinya. Cintanya...Anakku..anakku...Itulah yang ada dalam benaknya. Seluruh potensi, kekuatan dan daya upaya pun tertuju padanya.

ketika sang ibu dirawat di rumah sakit, barulah dia merasakan sakit. Dia baru sadar, ternyata tubuhnya penuh luka bakar. Kapan sang ibu merasa sakit? Bukan!Bukan ketika menerobos kobaran api, bersentuhan dengan panasnya api atau ditimpai reruntuhan puing rumahnya. Dia baru merasakan sakit ketika sang anak dalam perawatan rumah sakit. Saat tanggung jawab perawatan dialihkan kepada pihak rumah sakit, dan dia pun sendirian.

Saat memikirkan dirinya sendiri, tubuhnya yang penuh luka, kaki dan tanganya yang penuh darah, ketika itulah, pedihnya mulai dirasa. Kepala, tangan, punggung dan kakinya sudah tidak menentu kondisinya. Sakit yang sedari tadi tertahan itu pun muncul tiba-tiba. Ketika ia mulai memikirkan, dalam kesendirian

sahabatku, kita tidak merasakan sakit ketika kita fokus untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Namun ketika kita memikirkan diri kita sendiri, bersiap-siaplah kita akan lebih banyak merasakan sakit daripada senang dan bahagia.

semoga secuil cerita itu bisa membahasahi hati yang mulai kering


Sumber: SPS Solikhin dan Kang Puji Hartono,S.PS

Tuesday, 21 April 2015

RESEP ES WADAI ATAU ES GABUS

Resep ini makanan kesukaan saya sejak kecil, orang yang jual juga jarang jadi kalo mau mengingat masa kecil bikin sendiri aja ya, berikut cara pembuatannya:)



Bahan:
Tepung hunkwe 130 gr
Gula psir 250 gr
santan 1250 ml
pasta pandan dan garam secukupnya

Cara membuat
Hunkwe, gula, garam, dan santan dicampurkan kemudikan didihkan sampai mengental, kemudian masukkan pasta pandan.
setelah itu tuang ke dalam loyag, dinginkan dan potong-potong beri plastik dan masukkan ke dalam frezeer..




Monday, 13 April 2015

CARA MEMBUAT TEOKBBOKI

Suka dengan kuliner Korea, nah kali ini saya akan share tentang resep Oleh Bunda Novie Danielle dari group ARKME
Resepnya:
RICE CAKE (kue beras lonjong)
180gr tepung beras
90 gr tepung ketan
1/2 sdt garam
170ml air panas
cara buat:
Campur semua bahan, hasilnya memang agak kasar, lalu siapkan kukusan sampai mendidih, cover kukusan dengan serbet bersih dan taruh adonan didalam serbet dan kukus dengan api besar selama 20-25 menit
Angkat adonan dan pindahkan ke meja yg telah dibersihkan
HATI-HATI SANGAT PANAS
Tuang sedikit minyak wijen pada meja/cutting board
ulenin adonan sampai lunak (kurang lebih 5-10 menit)
bagi2 adonan dan bentuk silinder (saya diameter kurang lebih 2cm)
potong adonan kurang lebih 7-8cm sesuai selera
*agar proses motong lebih mudah, campur air dan minyak wijen, dan lumuri pisau sebelum memotong adonan rice cake ya grin emotikon
penyimpanan: bisa di plastik / wadah dan masukan ke freezer
==============================================
TTEOKBOKKI
- kaldu (saya pakai dried bonito, itu loh yg biasa buat topping takoyaki hehehe)
- rice cake
- Gochujang / Red pepper paste (bisa diganti bubuk cabe, kecap asin dan gula)
- gula
- cabe bubuk
- telur rebus
- aneka bakso ikan
- daun bawang
REBUS air kaldu sampai mendidih, masukan rice cake, telur rebus, dan aneka bakso sesuai selera. Tambahkan gochujang, cabe bubuk, dan daun bawang.
Cicipi dan tambahkan gula sesuai selera (jgn kemanisan ya)
Aduk-aduk pelan sampai rice cake mulai menyerap bumbu cabai dan kuah mulai mengental.
Angkat dan sajikan, tambahkan irisan daun bawang bila suka
Selamat menikmati :)

KALDU AYAM HOMEMADE

Kali ini saya akan share tentang cara membuat Kaldu bubuk  ala Ndaru Gendis Shinta
saya repost lagi untuk bisa dibagi untuk Bunda-Bunda sekalian
Nah, untuk Bunda Rissa Aulian dari Pie Bro terimakasih ya, atas resep-resepnya :)

Rasanya jauh lebih enak, lebih nikmat dan tentu lebih aman buat anak-anak. Dibuat dari bahan alami semua. Bahkan anak-anak saya dibuat taburan nasi.
Resep : Kaldu Ayam Bubuk ala Ndaru Gendis Shinta
Bahan :
300 gr dada ayam tanpa tulang
25 siung bawang putih
1/2 butir bawang bombay
1 buah wortel (saya : pakai 2 ukuran kecil)
1 batang daun bawang
1 batang seledri
2 sdm garam (kalau utk bayi bisa di skip saja)
Cara membuat :
1. Haluskan semua bahan di Food Processor (tanpa air) atau dgn blender (beri 1buah tomat)
2. Sangrai untuk menghilangkan kandungan air sambil diaduk
3. Oven sambil sebentar2 diaduk sampai hampir kering
(Saya full di sangrai. No oven, takut gosong)
4. Blender lagi untuk menghaluskan
5. Sangrai lagi hingga kering benar
6. Lakukan tahapan 4 dan 5 berulang kali sampai menemukan kaldu yang lembut dan kering.
7. Masukkan ke wadah kedap udara setelah kaldu dingin.
Siap digunakan.
Hasil : Kurang Lebih 200 gr

Sunday, 12 April 2015

RESEP RAINBOW CAKE DENGAN BAHAN HEMAT

Ok, bunda ini resep rainbow cake dengan bahan 3 telur, kira2 irit ga?
resep ini saya dapatkan dari Bunda Tuty Frutty, beliau menurut saya pakar dalam menyajikan makan dengan bahan yang hemat dengan hasil yang luar biasa, empuk, legit, manis, pokeknya pecah..!
ga percaya, cobain deh resepnya
BAHAN:
Terigu segitiga 1 gelas munjung (artinya penuh banget sampai bentuknya kaya menggunung)
SKM (susu kental manis) putih 1 sct dicampur  dengan air 1/2 gelas
Gula pasir 8 sdm munjung
Sp 1 sdt
Vanili 1 sdt
Telur 3 btr
Margarin 5 sdm cairkan
Pewarna merah,oranye,kuning,hijau
Keju parut 50 gr
Cherry 1 biji


CARA MEMBUAT:
 
-Ayak trgu,maizena n vanili
-mix kcptan tnggi telur,gulpas n sp hngga ngmbang
-trunkan kcptan mix,llu msukan aykan trgu td,brgantian dg su2 cair n margarin cair,mix sbntr sja,llu mtikan,lnjutkan aduk dg spatula hngga rta
-bgi adonan mjd 4 n bri wrna
-olesi loyang dg mnyak
-ku2s satu persatu,slma 7 mnt tiap wrnany
-stlah mtng biarkan dngn dlu
-lalu olesi prmukaan cake dg butter cream,llu tmpuk,tburi atasny dg kju parut n cherry


nah, hasil kue dari Bunda Noer Wahyuni, gimana menurut Bunda?bagus ga? ada yang mau mencoba?



RESEP MIE AYAM SEHAT DAN HALAL

Oke buat kamu, yang hobi masak kumpul disini yuk..

oh ya, leaving comment ya, saat kamu baca resep ini, biar nambah sodara siapa tahu nambah rezki..
sekalian say halo gitu..biar terlihat ada penampakan di blog saya..
ok terimakasih
Hari ini saya akan membagian resep
CARA MEMBUAT MIE AYAM

BAHAN UNTUK MEMBUAT MIE:
terigu 500gr
telur 2 btr
sagu 1 ons
air secukupkannya
CARA MEMBUAT
campur semua bahan menjadi merata diam kan 30 menit giling dimesin cetaknya
 selera mau mie yg kecil atau besar ada ukurannya.
Selain itu dalam adonan bunda juga bisa menambah wortel yang sudah diblender, atau bayam, dan lainnya untuk menghasilkan mie yang sehat.

Bahan:
1.   250 gram mie  yang sudah kita buat tadi
2.   5 utas sawi, petik daunnya, dipotong-potong dengan ukuran sesuai selera.
3.   5 utas daun bawang, diiris tipis.
4.   Minyak ayam secukupnya (Cara membuatnya adalah goreng 200 gram kulit ayam dengan minyak goreng secukupnya hingga kulit ayam mengeluarkan cairan lemak).
5.   2,5 sendok teh kecap asin.
6.   1,5 liter air kaldu.

Bahan dan bumbu untuk membuat pelengkap:
1.   1 kilogram ayam, dipotong kecil-kecil bentuk dadu.
2.   4 siung bawang putih, dimemarkan, kemudian dicincang hingga lembut.
3.   0,5 siung bawang bombay, dicincang dengan tekstur kasar.
4.   75 gram kucai, diiris tipis.
5.   4 sendok teh saus tiram.
6.   2 sendok teh kecap manis.
7.   400 mililiter air putih.
8.   Garam, lada putih bubuk dan gula pasir secukupnya.
9.   Mentega atau margarin secukupnya untuk menumis.
10.  Jahe seukuran 1 ruas ibu jari, dimemarkan.


Tips:
1.   Bahan yang digunakan pada daftar resep setara untuk 5 porsi. Jadi, setiap bahan yang tidak dimasak, dibagian untuk 5 porsi. Misalnya, kecap manis. Setiap porsi hanya membutuhkan 0,5 sendok teh kecap asin.
2.   Anda bisa mendapatkan mie telur yang biasa digunakan untuk membuat mie ayam di sejumlah pasar swalayan.
3.   Setelah dicuci bersih, balur daging yang sudah dipotong-potong dengan air jeruk nipis untuk mengurangi bau amis.
4.   Saat merebus mie telur, usahakan tetap mendapatkan tekstur mie yang kenyal meskipun sudah matang.
5.   Supaya lebih sedap, gepuk tulang ayam supaya rasanya semakin gurih.


ara membuat mie ayam spesial yang sehat dan halal tapi tetap lezat:
1.   Panaskan mentega atau margarin hingga meleleh untuk menumis.
2.   Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum.
3.   Masukkan daging ayam, tumis hingga berubah warna.
4.   Tambahkan kucai dan jahe, tumis hingga layu.
5.   Masukkan saus tiram, kecap manis, gula pasir, garam dan lada putih bubuk, tumis hingga tercampur rata.
6.   Tuangkan air putih, masak sambil diaduk sampai daging ayam menjadi empuk dan bumbu meresap, matikan api kompornya.
7.   Panaskan air kaldu hingga mendidih, kecilkan api kompornya.
8.   Rebus air putih secukupnya hingga mendidih.
9.   Masukkan mie telur yang biasa digunakan untuk membuat mie ayam dan daun sawi, masak hingga matang, angkat tiriskan.
10.  Letakkan di mangkuk saji, tambahkan kecap asin, minyak ayam, aduk hingga tercampur rata.
11.  Tambahkan ayam yang tadi sudah dimasak dengan cara ditumis secukupnya.
12.  Siram dengan kuah kaldu yang masi dalam kondisi panas.
13.  Taburkan daun bawang dan bawang merah goreng, mie ayam yang lezat, sehat dan halal siap dihidangkan
Sumber: arehalal dan group resep saya mix bunda, jadi ala-ala, hehe


Saturday, 11 April 2015

ANALISISI PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PROFESI PADA SISWA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH



Pengambilan Keputusan untuk Profesi pada Siswa
Jenjang Pendidikan Menengah
(Survei pada SMA, MA, dan SMK di DKI Jakarta).
Oleh: Hayadin B
 Pengertian Pengambilan Keputusan
Secara sederhana pengambilan keputusan merupakan peristiwa yang senantiasa terjadi dalam setiap aspek kehidupan manusia. Hal tersebut sebagai konsekuensi logis dari dinamika perkembangan kehidupan yang senantiasa berubah dan bersifat sangat kompleks. Dalam konteks ini, proses pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk respon manusia terhadap lingkungannya. Keputusan yang diambil oleh manusia akan menjadi awal bagi penentuan kehidupan selanjutnya. Demikian seterusnya terjalin secara dialektis antara proses pengambilan keputusan dengan lingkungan kehidupan manusia yang luas dan kompleks.
Fred Luthans dan Keith Davis (1996) mengemukakan bahwa ‘Decision making is almost universally defined as choosing between alternatives. Artinya, bahwa secara umum pengertian dari pengambilan keputusan adalah memilih diantara berbagai alternatif. Pengertian ini diperkuat oleh pendapat Garry Deslerr (2001) bahwa ‘Decision is a choice made between available alternatives’. Ditinjau dari sudut pandang lain dinyatakan pula bahwa ‘Decision making is the process of developing and analyzing alternatives and choosing from among them’ (Garry Desler, 2001).
Way K. Hay dan Cecil G. Miskel (1982) menyatakan bahwa pengambilan keputusan merupakan siklus kegiatan yang melibatkan pemikiran rasional baik secara individu maupun kelompok dalam semua tingkat dan bentuk organisasi. Pendapat ini menyebutkan pemikiran rasional sebagai hal yang penting. Pemikiran yang rasional merupakan landasan dalam membuat keputusan, karena pilihan terhadap berbagai alternatif yang tersedia didasarkan pada pertimbangan plus-minus, atau manfaat dan konsekwensi yang menyertai setiap pilihan. Setiap pilihan memiliki konsekwensi. Dan rasionalitas berperan utama dalam menemukan konsekwensi tersebut sebelum keputusan diimplementasikan.
Dari beberapa pengertian yang disebutkan di atas, terdapat satu kata kunci yang penting untuk memahami makna pengambilan keputusan yakni memilih (choice). Memilih berarti menentukan satu hal dari beberapa hal yang ada atau tersedia. Sesuatu yang dipilih ditentukan oleh pertimbangan selera dan rasionalitas individu (Herbert A. Simon, 1997). Biasanya, selera dan rasionalitas tersebut merujuk pada hal-hal yang menyenangkan atau menguntungkan individu dan masyarakat.
b. Pengertian Profesi
Secara sederhana profesi dapat diartikan sebagai pekerjaan yang didasari oleh keterampilan dan keahlian (skill and expertise) tertentu. Carter V. Good (1973), menjelaskan bahwa jenis pekerjaan yang berkualifikasi profesional memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu: memerlukan persiapan atau pendidikan khusus bagi calon pelakunya, kecakapan profesi berdasarkan standard baku yang ditetapkan oleh organisasi profesi atau organisasi yang berwenang lainnya, profesi tersebut mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan negara dengan segala civil effectnya (Carter V. Good, 1973).
Ahli profesi di Indonesia seperti dikutip oleh Nyoman Dentes menyusun ciri-ciri utama profesi, yakni sebagai berikut: (1). Memiliki fungsi atau signifikansi sosial yang krusial; (2). Tuntutan penguasaan keterampilan sampai pada tingkatan tertentu; (3). Proses pemilikan keterampilan tersebut berdasarkan penggunaan metode imiah; (4). Memiliki batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, eksplisit dan sistematis; dan (5). Penguasaan profesi tersebut memerlukan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi (Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2002).
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut di atas, maka makna terpenting dari profesi adalah adanya keterampilan sebagai dasar kehidupan yang diperoleh melalui pendidikan, dan bertujuan untuk menolong masyarakat. Pengertian ini menyiratkan makna bahwa tidak semua pekerjaan dapat dikategorikan sebagai profesi. Tetapi setiap profesi selalu berbentuk pekerjaan.
c. Urgensi Pengambilan Keputusan Profesi
Berdasarkan uraian sebelumnya tentang profesi, dapat dimengerti bahwa profesi merupakan salah satu urusan penting dan utama bagi kelangsungan hidup, harkat dan martabat individu. Hal tersebut karena profesi berkaitan dengan pekerjaan, mata pencaharian, dan penghasilan serta kesejahteraan. Kehidupan seseorang dapat memiliki makna yang berarti hanya dengan profesi yang digeluti. Tanpa profesi yang dijalani, maka kehidupan seseorang tidak memiliki nilai.
Sebelum suatu profesi dijalani, terlebih dahulu secara personal terjadi proses pengambilan keputusan, yakni aktivitas berpikir, menelaah dan menimbang beberapa jenis profesi. Ini adalah proses pengambilan keputusan profesi. Dalam rentang kehidupan individu, ada suatu tahap di mana tahap perkembangan individu secara sadar mendorongnya untuk memilih profesi, dan/atau pekerjaan. Tahap ini menurut Anne W. Gormly dan David M. Brodzisky (1993) disebut dengan tahap decision years; yakni masa pengambilan keputusan. Secara biologis, ini ada pada rentang usia 18 – 40 tahun. Masa ini disebut pula dengan fase awal kedewasaan (early-childhood). Pada fase ini, seseorang mulai memasuki dunia kerja, profesi, dan karier.
Selanjutnya, Gormly dan Brodzisky (1993) mengkaji kehidupan manusia berdasarkan ‘lifespan perspektif’; yakni suatu pandangan yang meyakini bahwa perkembangan yang terjadi sepanjang usia manusia merupakan hasil dari interaksi faktor-faktor: fisik, biologis, sosial, historis, budaya dan psikologis. Mereka membagi tahapan kehidupan manusia terdiri atas: beginning years, exploring years, learning years, transition years, decision years, reassessment years, golden years, dan final years. Setiap tahap adalah kontinuitas dan sekuens dari tahap sebelumnya.
Berdasarkan lifespan perspektif, maka pekerjaan, mata pencaharian dan profesi, ada dan mulai berkembang pada tahap learning years, transition years, dan decision years dan seterusnya. Pada tahap learning years, individu mulai menyadari pentingnya peran dan pekerjaan. Ini ada pada usia 6 – 12 tahun. Oleh karena itu, tahap ini dalam perspektif psikologis disebut masa pertengahan anak-anak (middle-childhood). Selanjutnya setelah learning years adalah tahap transisi (transition years) pada usia 12 – 18 tahun. Biasa disebut pula dengan masa Adolescence. Pada tahap ini orang mulai mengembangkan keterampilan kerja, bekerja paruh waktu, dan mulai mengeksplorasi dan merencanakan karier. Setelah tahap ini selesai, maka seseorang memasuki tahap decision years.
Berdasarkan uraian diatas, dapat diketahui bahwa jenjang Pendidikan Menengah atau masa pada Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) yang berada pada rentang usia 16 – 18 tahun merupakan akhir masa transisi (transition years) dan awal masa pengambilan keputusan (decision years). Oleh karena itu, pengambilan keputusan profesi pada masa ini merupakan hal yang penting.
d. Hasil Studi yang Relevan
Dari berbagai referensi, salah satu hasil studi yang relevan dengan peneltian ini adalah seperti dilakukan oleh Badeni (Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2002). Studi tersebut meneliti tentang Relevansi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan pasar kerja di Indonesia. Penelitian dilakukan pada enam provinsi di Indonesia dengan jumlah sampel sebesar 720 orang alumni SMK. Hasilnya menunjukkan bahwa kesesuaian antara jurusan yang diambil ketika bersekolah di SMK dengan bidang pekerjaan setelah tamat, sangat bervariasi.

a. Kemampuan Mengambil Keputusan
Indikator utama yang digunakan untuk mengetahui kemampuan dalam mengambil keputusan adalah preferansi pekerjaan dan profesi setelah tamat jenjang Pendidikan Menengah. Berdasarkan data kuisioner, diperoleh gambaran, bahwa: 35,75% siswa kelas tiga SMA/MA/SMK sudah mempunyai pilihan pekerjaan dan profesi; sementara 64,25% lainnya belum memiliki pilihan profesi dan pekerjaan. Siswa-siswi yang belum memiliki keputusan untuk profesi tersebut terdiri atas mereka yang memiliki prestasi akademik yang baik dan ada pula yang prestasi akademiknya sedang.
Mereka berencana untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, mengikuti kursus keterampilan, dan sebagian yang lain langsung mencari pekerjaan. Sebanyak 54 % siswa yang disurvei berencana untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi; 8,9 % berencana untuk mengikuti kursus keterampilan; dan 37,1 % yang lain berencana untuk melamar / mencari kerja. Meskipun demikian, belum seluruh siswa-siswi yang berencana untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi telah memiliki keputusan tentang perguruan tinggi dan jurusan atau fakultas yang akan dipilih. Sebanyak 52,3 % siswa-siswi (yang mengembalikan angket) belum memiliki pilihan perguruan tinggi. Sisanya sudah memiliki pilihan.
Data tersebut di atas menunjukkan bahwa mayoritas anak sekolah pada jenjang Pendidikan Menengah yang diteliti belum mempunyai pilihan pekerjaan dan profesi yang akan digeluti. Ketidakmampuan memilih pekerjaan dan profesi tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: (1). Kurangnya wawasan dan pengetahuan anak tentang dunia profesi dan pekerjaan; (2). Rendahnya perhatian orang tua terhadap pilihan profesi anak, serta (3). Lemahnya perhatian sekolah tempat anak belajar terhadap dunia pekerjaan dan profesi serta karier.
b. Preferensi siswa kelas tiga SMA/MA.
Informasi rendahnya wawasan dan pengetahuan responden tentang profesi dan pekerjaan, selain dapat dilihat pada Tabel tersebut di atas, juga dapat diketahui melalui ketidaksesuaian (inkoherensi) antara pilihan pekerjaan dan pilihan disiplin ilmu yang akan dipilih di Perguruan Tinggi. Pekerjaan yang dipilih (seperti terlihat pada Tabel 1, nomor 5), menunjukkan mayoritas pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara itu disiplin ilmu yang dipilih tidak sesuai dengan karakteristik pekerjaan PNS.
Dari data tersebut (Tabel 2) terlihat bahwa disiplin ilmu: Ekonomi, Jurnalistik, Teknologi Informasi, Kedokteran, dan Manajemen, dipilih oleh mayoritas responden. Jika dihitung prosentasenya, maka lebih 50 % jurusan yang dipilih adalah cocok untuk pekerjaan non-PNS. Analisis ini menunjukkan adanya inkoherensi antara pilihan disiplin ilmu dengan pilihan pekerjaan.
Beberapa orang tua siswa yang ditemui di lokasi penelitian menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa profesi, pekerjaan dan karier yang hendak ditekuni anaknya. Kebanyakan orang tua yang menjadi responden yakni 71% dari 52 orang tua tidak mengetahui cita-cita anaknya. Mereka adalah orang tua yang memiliki pengetahuan dan wawasan rendah tentang dunia kerja dan profesi. Disamping itu, tekanan ekonomi yang berat, dan kesibukan mencari nafkah membuat mereka tidak memiliki waktu untuk berbincang-bincang tentang pekerjaan dan profesi anaknya. Beberapa orang tua yang telah berpendidikan telah mengetahui apa profesi yang akan digeluti oleh anak mereka.
Sekolah tempat anak belajar tidak memberikan wawasan yang cukup tentang pekerjaan dan profesi. Kebanyakan guru dan Pimpinan Sekolah sangat sibuk dengan tugas mengajar. Sementara sistem penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Penyuluhan atau Konseling (BP/K) belum tersedia secara maksimal. Fungsi guru Bimbingan dan Penyuluhan atau Konseling (BP/K) belum berjalan secara maksimal. Mereka belum mengarahkan siswa-siswinya secara sistematis pada pengambilan keputusan tentang profesi, pekerjaan dan karier.




TUGAS ANALISIS
Nama   : Kumala Sari
NIM    : 1309212
Judul    : Pengambilan Keputusan untuk Profesi pada Siswa Jenjang Pendidikan Menengah (Survei  pada SMA, MA, dan SMK di DKI Jakarta).
Penulis :HayadinB
1.      Sebab-akibat
Jumlah pengangguran
 
Satu peristiwa menghasilkan beberapa pengaruh











Keputusan karir/ptofesi
 






Permasalahan sosial
 




 
















Beberapa peristiwa bersama menghasilkan satu efek


 












2.        Comparison Contrast; persamaan dan perbedaan
Masa SMA, SMK, MA masa strategis dan kritis bagi Perkembangan dan Masa Depan
Menurut Montessory& Charles Buhler
Persamaan
Perbedaan
-          Masa pematangan kedewasaan
-          Identifikasi profesi dan jati diri secara utuh

-          Monteserry  penemuan diri usia 12-18 tahun
-          Charles Buhler ; penemuan diri usia 13-19 tahun



Teori Pengambilan Keputusan dari Para Ahli
Persamaan
Perbedaan
-salah satu bentuk respon manusia terhadap lingkungan
- penentu kehidupan selanjutnya
- memilih
-Fred Luthan, Garry Deslerr & Keith Davis memilih diantara alterantif
- pemikiran rasional
Way K. Hay dan Cecil G. Miskel




3.       Penomoran